Renovation

1. Ceiling work
  1. Plafond Gypsum
  2. Plafond GRC
  3. Plafond Kayu atau Lambersering
  4. Plafond PVC
  5. Plafond Metal (tin ceiling)
  6. Plafond Eternit
  7. Plafond Triplek
2. Finishing and Paint

Pengerjaan Finishing adalah proses terakhir yang dilakukan untuk membuat permukaan dari berbagai bahan seperti kayu, logam, plastik, kain, dan lainnya menjadi halus, rapi, dan menarik. Proses ini mencakup beberapa langkah penting:

  1. Pembersihan: Permukaan bahan harus dibersihkan secara menyeluruh dari debu, kotoran, dan minyak agar finishing dapat melekat dengan baik.
  2. Penghalusan: Bagian yang kasar atau tidak rata harus dihaluskan menggunakan alat seperti amplas, kikir, atau mesin penghalus lainnya.
  3. Pengaplikasian Finishing: Finishing dapat berupa cat, lapisan pelindung, atau bahan lain yang memberikan tampilan dan perlindungan tambahan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan kuas, semprotan, atau metode aplikasi lainnya.
  4. Pengeringan: Setelah finishing diterapkan, permukaan harus didiamkan untuk mengering secara sempurna sesuai dengan petunjuk penggunaan bahan finishing yang digunakan.

Pengecekan dan Sentuhan Akhir: Setelah pengeringan, permukaan yang difinishing diperiksa untuk memastikan tidak ada cacat atau ketidakrataan. Sentuhan akhir seperti polesan atau tambalan kecil dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah kecil yang mungkin terjadi.

3. Roofing Work
1. struktur atap (rangka atap dan penopang rangka atap); 2. penutup atap (genteng,polikarbonat); 3. pelengkap atap (talang horizontal/vertikal dan lisplang)
4. ACP Glass Aluminum

Aluminium Composite Panel atau disingkat ACP adalah sebuah material konstruksi yang terbuat dari kombinasi antara panel aluminium dengan bahan komposit. Biasanya, Alumunium Composite Panel yang satu ini sering digunakan pada berbagai macam bangunan komersial, mulai dari hotel, mal, hingga gedung perkantoran.

  1. PVDF (Poly vinyl de Flouride or Polyvinylidene Difluoride)
  2. PE (Polyester)
5. Interior
  1. Minimalist, Desain minimalis menggunakan elemen dengan pola yang tidak terlalu ramai, agar semua terlihat bersih dan rapi namun tetap memiliki nilai estetika. Pemilik hunian gaya interior minimalis ini akan menyukai furnitur atau barang yang sederhana.
  2. Scandinavian, Memiliki ciri khas desain yang mengedepankan fungsionalitas dan minimalis, sebetulnya mirip dengan desain minimalis namun ada perbedaan. Warna yang digunakan biasanya warna netral seperti putih, krem, abu-abu, dan coklat kayu.
  3. Seni Pop, Gaya interior ini sangat bergaya, elegan, dan sangat berani. Penggunaan warna-warna berani dan karya seni yang tidak biasa adalah kunci utamanya. Ini adalah interior dengan keseluruhan cerita di baliknya, setiap item dan detail dapat diartikan sebagai bagian dari sejarah dalam kehidupan penghuninya.
  4. Shabby Chic, Pemilik hunian dengan desain seperti ini pasti orang yang bahagia, positif, ramah dan berjiwa sosial. Ia optimis dan menyebarkan sikap positif dalam kelompok sosialnya. Biasanya sangat kreatif dan memiliki mata yang artistik sehingga dia tahu apa yang dia inginkan.
  5. Vintage, Ciri utama desain ini adalah kesan jadulnya, mencakup warisan sejarah yang kental disertai dengan elemen yang khas, dan berasal dari Eropa abad ke-17. Umumnya elemen yang ada dalam desain ini adalah kayu, dengan model yang memang terlihat tua.

Home

Chat

Call Us

error:
×
×

Cart